Senin, 21 Januari 2019

Kecintaan Padamu Negeriku Tercinta

KECINTAAN PADAMU NEGERIKU TERCINTA

Oleh: Balqis Muliya Isnani
  isnanibalqismuliya@gmail.com

Melihat kondisi yang terjadi pada zaman sekarang ini, adanya kesenjangan yang terjadi dalam bidang pembangunan di daerah-daerah terpencil khusus nya di daerah perbatasan Indonesia, hal ini salah satu penyebab turunnya rasa Nasionalisme seseorang. Untuk mengetahui nasionalisme disuatu negara atau daerah tentunya kita harus mengetahui definisi dari nasionalisme tersebut. Menurut Ernest Renan Nasionalisme adalah kemauan untuk bersatu tanpa paksaan dalam semangat persamaan dan kewarganegaraan. Setiap warga negara dituntut untuk memiliki rasa nasionalisme pada negara-bangsanya, karena dengan nasionalisme warga negara telah menjunjung tinggi kedaulatan bangsanya.
Di Desa Temajuk yang berada di Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Sambas, Kecamatan Paloh. Temajuk ini batas wilayahnya sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sebubus, Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Natuna Selatan, Sebelah Barat  berbatasan dengan laut Natuna Selatan, dan Sebelah Timur berbatasan dengan Malano, Malaysia. Dari situ kita bisa melihat bahwa di Desa Temajuk ini suatu Daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.Walaupun Desa ini merupakan Daerah perbatasan tetapi tidak menghilangkan jiwa Nasionalisme para penduduk yang tinggal disana. Di Desa Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malano, Malaysia terdapat banyak hubungan yang terjalin diantara kedua Daerah ini diantaranya hubungan sosial dan budaya contohnya saja saat seseorang yang berasal dari Desa Temajuk mengadakan suatu acara misalnya acara pernikahan tidak jarang mereka mengundang warga yang tinggal di Malano untuk menghadiri acara tersebut dan hubungan lain yang terjalin ialah hubungan jual-beli baik itu dilakukan oleh penduduk desa Temajuk yang berbelanja di Malano maupun penduduk Malano yang berbelanja di Desa Temajuk tetapi yang lebih dominan berbelanja di luar ialah warga Desa temajuk ke Malaysia. Walaupun dalam hal ekonomi penduduk Desa Temajuk  itu sedikit tergantung pada produk-produk yang berasal dari Malaysia seperti gulu dari Malaysia yang harganya lebih murah dari produk dalam negeri dan harga bahan pokok yang lain nya juga, karena perbandingan harganya yang lebih murah dari produk yang berasal dari Indonesia, hal itu mereka lakukan disebabkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap penduduk perbatasan,  walaupun demikian yang terjadi hal itu tidak menyebabkan mereka menghilangkan rasa kecintaan terhadap tanah air Indonesia, dan dalam bidang sosial budaya mereka tetap terjaga dengan baik. Di Desa Temajuk ini  telah tampak jelas kecintaan terhadap Tanah air, saat kami mewawancarai beberapa penduduk desa Temajuk, mengenai apakah mereka mau pindah kewarganegaraan menjadi Warga Negara Malaysia mereka ada yang menjawab: “saya tetap memilih menjadi warga negara Indonesia, walaupun Negara Malaysia jauh lebih baik dari negara Indonesia, jauh lebih maju dari Indonesia”, penduduk Temajuk juga banyak yang bekerja di Malano yang sudah lama menggeluti pekerjaan disana gaji yang didapat juga lumayan lebih besar dibanding bekerja di Indonesia, dari segi pembangunan di Malano juga lebih maju dari Temajuk, dan dari segi harga barang juga lebih murah di Malaysia, walaupun ada sebagian orang yang memilih untuk berkewarganegaraan menjadi warga negara Malaysia karena dengan alasan menikah dengan penduduk sana. Meskipun mereka ada yang bekerja di negara Malaysia tetapi mereka tetap bisa menjaga budaya mereka dan tidak menghilangkan persatuan antara satu sama lain.
Bukti lain bahwa Penduduk Desa Temajuk mempunyai jiwa Nasionalisme yang Tinggi ialah Budaya dan Tradisi di Desa Temajuk tetap dijaga dan perkenalkan ke Negara Malaysia bukti nyatanya ialah sebagian Budaya asli dari Kabupaten Sambas misalnya saja budaya Pernikahan, di Malano tradisi pernikahan nya tidak jauh berbeda dengan tradisi yang ada di desa Temajuk contohnya saja tradisi dalam makan “besaprah” dan tradisi tersebut masih dijalankan oleh penduduk desa Temajuk dan warga Malano sampai saat ini dan saat mengadakan acara pernikahan atau acara lain antara penduduk Temajuk dan warga Teluk Malano tidak jarang mereka saling membantu antara satu  sama lain. Walaupun terlihat hampir memiliki kebudayaan yang hampir sama misalnya saja dalam acara perkawinan dan acara peringatan 1 Muharram, tetapi diantara dua negara ini tetap ada ciri khas tersendiri dari masing-masing kebudayaan tersebut hal ini lah yang menunjukkan identitas suatu bangsa.
Dan ada beberapa Nasionlisme ada di masyarakat desa Temajuk, yaitu:
Nasionalisme dalam mempertahankan kewarganegaraan di tengah pola pikir warga perbatasan yang ingin mencari kesejahteraan dengan pindah ke Malaysia.
Seperti yang telah penulis paparkan sedikit di atas tadi penduduk Desa Temajuk masih terlihat dalam mempertahankan jiwanya untuk tetap menjadi warga negara Indonesia, walaupun kesejahteraan belum di dapatkan oleh sebagian besar penduduk desa Temajuk tetapi mereka tetap bertahan dalam kondisi yang bisa dikatakan jauh dari kesejahteraan. Nasionalisme dalam kemiskinan, meski hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan di perbatasan tetapi mereka tetap setia pada bangsa Indonesia. Nasionalisme kemiskinan yang terjadi pada warga perbatasan Kalimantan Barat terutama di desa Temajuk, tetapi dengan kemiskinan tersebut bisa membuat mereka bisa berkembang dengan adanya Sumber Daya Pariwisata yang ada di sana seperti tempat wisata Pantai, yang mereka manfaatkan sebagai tempat wisata dengan usaha tersebut dapat membuat kemiskinan dapat di atasi.
Nasionalisme dalam mempertahankan wilayah
Pada tahun 2011 yang lalu di desa Temajuk mengalami konflik perbatasan yaitu dengan adanya kejadian “Patok batas”  yang berada di desa Camar Bulan yang hilang, yang menyebabkan sebagian wilayah Temajuk kurang lebih sebanyak 1.449 Ha masuk ke wilayah malaysia, dengan kejadian tersebut warga desa Temajuk dengan berbagai cara untuk mempertahankan wilayah tersebut dengan adanya keamanan dan penjagaan yang dilakukan oleh tentara  baik itu tentara Indonesia maupun tentara Malaysia semakin di perketat dan akhirnya sekarang ini tidak ada lagi konflik diantara kedua warga tersebut dan mereka hidup kembali damai.
Dari pemaparan sedikit dari penulis tadi walaupun tidak secara mendalam penulis paparkan bahwa dapat di ketahui bahwa rasa nasionalisme di Desa Temajuk itu ada dan masih tertanam pada jiwa para penduduknya walaupun tidak semua orang yang bisa mempertahankan nasionalisme itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perdamaian Nusantara Di Palu Sulawesi Tengah

  “PERDAMAIAN NUSANTARA DI PALU SULAWESI TENGAH” OLEH: Balqis Muliya Isnani isnanibalqismuliya@gmail.com Di Palu Sulawesi tengah terdapat ...